Featured Post

Home
Pendidikan Agama Islam
Nasihat Tentang Kematian

Purwakarta, candatangan - Semua makhluk pasti akan menjumpai kematian. Maka dari itu, Islam mengajarkan manusia untuk selalu mengingat dan mempersiapkan bekal menuju maut. Nabi Muhammad SAW bersabda, “Perbanyaklah ingat kematian karena itu dapat menyucikan dosa dan membentuk sikap zuhud di dunia.

Allah Ta’ala Berfirman:

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”

 [QS. Ali Imran: 185]

Allah Ta’ala Berfirman:

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” [QS. Jumu’ah: 8]

Allah Ta’ala Berfirman:

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” 

[QS. An Nisa: 78]


Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan ayat-ayat di atas adalah setiap orang pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seseorang yang bisa selamat dari kematian, baik ia berusaha lari darinya ataukah tidak. Karena setiap orang sudah punya ajal yang pasti.” [Tafsir Al Quran Al ‘Azhim 3: 163]

Jika kematian itu adalah suatu keniscayaan yang pasti kita rasakan, maka mengapa kita seakan acuh-tak acuh saja padanya? Mengapa kita seakan melupakannya? Mengapa kesibukan menjalani kehidupan sementara di dunia ini, menyebabkan kita seakan tidak maksimal dalam menghadapi kematian?

Ad-Daqqaq rahimahullah mengatakan: 

  • Barang siapa yang banyak mengingat kematian, maka akan dimuliakan dengan tiga perkara:

1. Bersegera untuk bertaubat

2. Rasa qana’ah dalam hati (merasa cukup dan menerima setiap pemberian Allah)

3. Semangat dalam beribadah kepada Allah.

  • Dan barang siapa lalai dari mengingat kematian, maka Allah akan menghukumnya dengan tiga perkara:

1. Menunda-nunda taubat,

2. Tidak merasa cukup/ridha (terhadap rezeki yang diberikan oleh Allah) dan

3. Malas dalam beribadah. 

[Al-Qiyamah Ash-Shughra, Syaikh DR. Umar Sulaiman Al-Asyqar, hal. 82]


Sumber: Al Quran Memorization Training Centre Indonesia]

Wallahuallam Bishawab

Blog authors

No comments