Featured Post

Pendidikan Psikologi

Self Esteem, Cara Menghargai dan mengapresiai diri sendiri. Seperti apa?

Yodi Supriyadi Yodi Supriyadi
Thursday, June 29, 2023
0 Comments
Home
Pendidikan Psikologi
Self Esteem, Cara Menghargai dan mengapresiai diri sendiri. Seperti apa?
Self Esteem

Self Esteem, Cara Menghargai dan mengapresiai diri sendiri. Seperti apa?

Purwakarta, candatangan - Self-esteem merupakan istilah yang merujuk untuk mendeskripsikan nilai personal seorang individu, terhadap dirinya sendiri. Dengan kata lain, self-esteem merujuk pada cara seseorang menghargai, mengapresiasi, dan menyukai diri sendiri.

• Apa itu self esteem?

Self esteem adalah sebuah pikiran, perasaan, dan pandangan seseorang atas diri mereka sendiri. Bisa dibilang, self esteem (atau harga diri) berpaku pada seberapa besar seseorang menilai, menyetujui, menghargai, dan menyukai diri mereka sendiri.

• Pengertian self esteem menurut para ahli :

  1. Brandent (2005)

Self esteem adalah keyakinan dari tindakan kita untuk menghadapi tantangan kehidupan. Self esteem adalah keyakinan untuk kita bahagia, perasaan berharga, serta kelayakan diri  yang memungkinkan kita untuk menegaskan kebutuhan dan menikmati hasil dari kerja kita.

  2. Tambunan (2001)

Self esteem adalah sikap individu dalam penilaian dirinya sendiri yang diungkapkan dalam sikap positif maupun negatif. Self esteem berkaitan dengan bagaimana orang menilai dirinya sendiri dan akan memengaruhi  kehidupannya sehari-hari.

  3. Dariuszky (2004)

Self esteem adalah cara seseorang merasakan dirinya, dimana seseorang tersebut menilai dirinya hingga memengaruhi perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang memiliki self esteem yang tinggi akan lebih menghargai dirinya sendiri, serta dapat mengetahui dan memperbaiki kesalahan yang ada pada dirinya.

  4. Maslow dalam (Alwisol, 2002)

Self esteem adalah suatu kebutuhan yang memerlukan pemenuhan dan pemuasan untuk dilanjutkan ke tingkat kebutuhan yang lebih tinggi.  Maslow membagi dua jenis kebutuhan dalam self esteem yaitu penghargaan diri sendiri dan penghargaan dari orang lain.

  5. Blascovich dan Tomaka dalam (Coetzee, 2005)

Self esteem merupakan evaluasi dari konsep diri, representasi yang lebih luas sehingga mencakup aspek kognitif dan behavior yang bersifat menilai dan afektif.

• Kenapa self esteem itu penting?

Self esteem yang sehat (healthy self esteem) merupakan sumber daya psikologis yang penting karena mempunyai berbagai peranan dalam hidup. Pengaruhnya kepada prestasi, hubungan-hubungan yang kita jalin, hingga rasa puas atas diri kita sendiri. 

Mempunyai low self esteem atau self esteem yang rendah dapat membuat seseorang menjadi depresi, tidak mengembangkan potensi mereka, dan bahkan jatuh ke dalam toxic relationship atau hubungan yang abusif.

Sementara self esteem yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kesombongan dan ketidakmampuan untuk belajar dari kesalahan. Bahkan, self esteem yang terlalu tinggi bisa menjadi gejala dari narsisme.

• Ciri-ciri self esteem sehat : 

  1. Dapat menolak permintaan orang lain jika kamu merasa tidak ingin melakukannya

  2. Tidak selalu memikirkan pengalaman negatif pada masa lalu

  3. Dapat mengekspresikan kebutuhan diri

  4. Menerima kekurangan dan kelebihan diri sendiri

  5. Memiliki percaya diri yang tinggi

  6. Memiliki pandangan hidup yang positif

  7. Menghargai diri sendiri

  8. Mencintai diri sendiri.

• Ciri-ciri self esteem rendah :

  1. Selalu terpaku pada kelemahan diri sendiri

  2. Percaya bahwa orang lain lebih baik daripada diri sendiri

  3. Takut gagal dalam mencoba sesuatu yang baru

  4. Lupa dengan diri sendiri dan selalu mendahulukan orang lain

  5. Sulit untuk menerima pujian dari orang lain

  6. Sulit untuk menolak permintaan orang lain jika kamu tidak benar-benar ingin melakukannya

  7. Tidak percaya pada diri sendiri

  8. Selalu membandingkan kualitas diri sendiri dengan orang lain.

• Cara meningkatkan self esteem :

 1. Kenali diri

Kamu adalah orang yang paling mengetahui dirimu sendiri. Ketahui dan tuliskan 10 kelemahan dan 10 kelebihan kamu. Dengan begitu, kamu bisa lebih sadar akan siapa dirimu secara realistis dan juga seimbang.

 2. Stop bandingkan dirimu dengan orang lain

Evaluasi ekspektasi kamu atas dirimu sendiri tanpa membandingkan dirimu kepada orang lain. Tentunya kamu akan merasa gagal bila kamu hanya melihat kesuksesan orang. Karena itu, alihkan fokus kamu dari orang lain ke diri sendiri. Bagaimana cara kamu bisa menjadi versi yang lebih baik?

3. Pikiran diri sendiri

Tidak hanya pengaruh dari orang lain, diri sendiri juga dapat memengaruhi self esteem yang dimiliki. Perkataan yang kamu ucapkan untuk diri sendiri membekas di pikiran kita, dan kita akan terus memikirkannya seolah-olah semua perkataan itu benar.

Misalnya ketika kamu sedang banyak beban pikiran maka janganlah berkata “Saya tidak bisa melakukan ini, saya akan gagal”. Hal tersebut akan menjadi sugesti, kamu akan semakin yakin bahwa kamu akan gagal.

Jika kamu sedang stress dan mengalami beban pikiran, sebaiknya keluarkanlah kata-kata yang baik, kata-kata yang memotivasi diri kamu sendiri yang pada akhirnya akan membuat self esteem kamu meningkat.

 4. Keterampilan diri

Self esteem bisa ditingkatkan dengan mengasah keterampilan kamu. Semakin banyak keterampilan yang kamu punya maka semakin tinggi juga self esteem milikmu. Jangan menyalahkan diri sendiri dan membandingkan diri dengan orang lain ketika gagal dalam mengasah keterampilan. Gali potensi diri sedalam mungkin. Latihlah dirimu untuk berbagai keterampilan baru seperti, melukis, bermain musik, olahraga. Hal ini bisa menyadarkan diri bahwa kamu bisa melakukan banyak hal. Ini akan membuat bangga dengan diri sendiri atas pencapaian yang diraih. Tetapi jangan terlalu memaksa dirimu jika kamu sedang lelah ataupun banyak beban pikiran, karena itu akan menurunkan self esteem-mu. Tenangkan sebentar diri dan pikiranmu untuk membangun suasana yang positif. Jika sudah lanjutkanlah untuk menambah keterampilanmu.

 5. Pola asuh masa kecil

Salah satu cara untuk meningkatkan self esteem adalah dari pola asuh sewaktu kita kecil. Riset menunjukkan bahwa jika ada diasuh dengan cara otoriter akan membuat self esteem lebih rendah karena mengalami trauma. Ketika dewasa ia akan merasa tidak percaya diri, selalu merasa dirinya gagal, dan membandingkan diri dengan orang lain. Pola asuh ketika kita kecil adalah hal yang penting. Orang tua seharusnya mengerti bagaimana cara membentuk self esteem anaknya sedini mungkin agar ketika dewasa ia memiliki self esteem yang tinggi.

Oleh karena itu, asuhlah anak dengan cara yang positif. Didik anak dengan kasih sayang, empati, dan suportif. Berikanlah mereka peluang, jangan banyak melarang anak, agar mereka percaya diri nantinya. Dengan demikian, anak dapat memiliki self esteem yang baik sampai ia dewasa.

 6. Keterbatasan yang dimiliki

Tidak bisa kita pungkiri bahwa keterbatasan bisa menjadi suatu penghalang dalam beraktivitas. Belum lagi pendapat orang lain mengenai kelemahan kita yang sering kita dengar juga dapat membuat self esteem yang kita miliki menjadi turun. Rasa kurang percaya diri akan timbul karena kita memiliki keterbatasan. Kamu akan berpikir bahwa kamu tidak bisa melakukan hal yang orang lain bisa lakukan. Kamu akan terus merasa gagal karena keterbatasan. Oleh karena itu, hilangkanlah pikiran bahwa kamu merasa gagal karena memiliki suatu keterbatasan. Jangan jadikan keterbatasan sebagai penghalang kamu untuk memiliki pencapaian lebih. Buktikan pada dunia bahwa kamu juga bisa melakukan apa yang orang lain bisa lakukan.

Dengan adanya semangat dan rasa percaya diri tentunya self esteem yang kamu miliki akan naik kembali. Percaya diri itu penting. Berhentilah untuk mendengar kata-kata yang buruk dari orang lain. Fokus pada diri sendiri dan buat banyak pencapaian.

7. Tetapkan tujuan dan nilai

Setiap orang mempunyai tujuan hidup yang berbeda. Ketika kamu sudah menemukan tujuan kamu, serta apa yang membuat kamu bahagia, maka kamu akan lebih mudah untuk menghargai diri dan tidak membandingkan diri dengan orang lain.

• Aspek-aspek dalam self esteem : 

  1. Kekuatan

Kekuatan artinya mampu menunjukkan bahwa kita dapat mengontrol perilaku diri sendiri. Kekuatan ini akan diakui secara positif oleh orang lain berdasarkan kualitas perilaku kita. Semakin kita memiliki perilaku yang baik maka semakin banyak orang yang akan menilai dan mengakui bahwa kita memiliki kualitas yang baik di depan orang banyak.

  2. Keberartian

Keberartian memiliki arti kepedulian, afeksi, ekspresi, dan perhatian atas penerimaan dan popularitas dari lingkungan hidup yang diterima seseorang dari orang lain. Bila orang lain menerima kita biasanya ditandai dengan adanya keharmonisan hubungan yang terjalin, lalu lingkungan juga akan menyukai kita. Oleh karena itu banyak-banyaklah untuk bersosialisasi dengan orang lain. Perlihatkanlah keberartian kamu disisi mereka. Tunjukkan bahwa kamu adalah orang yang memiliki sifat yang positif agar mereka dapat mengenal kamu sebagai pribadi yang positif.

  3. Kebajikan 

Kebajikan memiliki arti bahwa setiap individu menunjukkan ketaatannya mengikuti batasan moral dan etika, dimana setiap individu menjauhi hal-hal yang dianggap di luar batas. Jika telah mengikuti semua etika dan moral yang berlaku maka individu dinyatakan memiliki sikap positif dan telah mengembangkan self esteem yang positif pada dirinya sendiri. Ketika kamu dikenal sebagai pribadi yang taat dalam moral, etika, serta kepercayaan yang kamu anut maka orang di sekitarmu juga akan percaya bahwa kamu memiliki sifat yang baik. Dengan kamu menghargai aturan moral dan etika yang telah dibuat dan disetujui masyarakat tentunya kamu juga akan dihargai oleh masyarakat setempat.

  4. Kemampuan

Kemampuan artinya dapat menunjukkan bagaimana kamu dapat mencapai tujuanmu, namun itu semua tergantung pada variasi beberapa usia. Self esteem di usia remaja meningkat jika mereka tahu apa saja tugas-tugasnya untuk mencapai tujuannya. Peneliti menemukan bahwa self esteem di usia remaja akan meningkat saat mampu menghadapi suatu masalah.

Dengan berhasilnya kamu menghadapi masalah berarti kamu sudah mulai berkembang dalam segi kemampuan berpikir dan beradaptasi dengan lingkungan. Kamu akan mencari jalan keluar dan menyatukan kembali hal yang rusak dengan menggabungkan keduanya.

• Faktor-faktor yang mempengaruhi self esteem :

1. Opini orang lain

Opini orang lain ini seperti opini teman, keluarga, tetangga dan lain-lain. Opini dari orang lain ini dapat memengaruhi self esteem kamu. Biasanya opini orang lain terhadap diri kita ini memiliki opini yang buruk dan dapat menurunkan kepercayaan diri kita.

Mereka akan selalu fokus pada kelemahan kita, hal ini akan menyebabkan menurunnya self esteem yang kita miliki. Tidak hanya opini orang yang dekat dengan kita, opini ini bisa saja datang dari komentar netizen dari sosial media. Dengan adanya hal ini, kamu harus pandai untuk menutup kedua telinga kamu rapat-rapat. Abaikan semua celaan dan hinaan dari orang lain. Dengarkan saja beberapa kritik yang membangun agar kamu bisa mengevaluasi diri kamu untuk menjadi lebih baik lagi.

2. Berteman dengan orang-orang yang positif

Cari orang yang bisa menghargai kamu, serta memotivasi kamu untuk kembali semangat. Jangan menghabiskan waktu bersama orang-orang yang hanya akan menjerumuskan kamu dalam toxic relationship.

 3. Terima dan evaluasi kekurangan kamu

Mempunyai kekurangan itu wajar karena tidak ada orang yang sempurna. Namun, kamu harus juga bisa memilih mana kekurangan yang kamu bisa dan ingin perbaiki, dan mana yang kamu harus terima apa adanya.

4. Berikan dirimu positive affirmation

Setiap bangun pagi, lihat ke kaca dan bicara pada dirimu. “Kamu terlihat cantik/ganteng hari ini” atau “Aku yakin kamu bisa melakukan yang terbaik”. Bangun hubungan yang baik dengan dirimu sendiri.

Blog authors

No comments