Featured Post

Pendidikan Psikologi

Trauma Masa Kecil Mempengaruhi Kesehatan Saat Dewasa

Yodi Supriyadi Yodi Supriyadi
Tuesday, February 28, 2023
0 Comments
Home
Pendidikan Psikologi
Trauma Masa Kecil Mempengaruhi Kesehatan Saat Dewasa
Kejadian yang tidak menyenangkan saat kecil akan berdampak hingga dewasa

Trauma Masa Kecil Mempengaruhi Kesehatan Saat Dewasa

Purwakarta, candatangan.site - Tidak ada yang lebih mengerikan dari pengalaman trauma masa kanak-kanak, yang ternyata berdampak pada kesehatannya di masa dewasa,”

Definisi trauma masa kecil

Trauma masa kecil didefinisikan sebagai pengalaman-pengalaman traumatis yang terjadi pada masa anak-anak, atau pada intinya- sesuatu yang terjadi di masa kecil seseorang, yang membuat seseorang itu trauma dan berpengaruh pada kesehatannya saat dewasa. Kejadian-kejadian yang mengakibatkan stress traumatis kebanyakan itu adalah kejadian yang tidak diduga-duga, secara sengaja (dengan motif kebencian) dan berulang-ulang.

Pengalaman-pengalaman traumatis tidak hanya terjadi secara fisik, verbal atau berupa pelecehan seksual saja, tapi juga termasuk hal-hal yang berpengaruh kuat, seperti: anak merasa terbuang (diabaikan) atau terancam. Atau didikan keras dan terbiasa dibanding-bandingkan. Pengalaman-pengalaman semacam ini terbukti menghasilkan kerusakan emosi dan psikologis yang lama.

Dalam presentasinya, Dr. Nadine Burke Harris, dokter anak terkemuka dan CEO pendiri CYW (Center for Youth Wellness) San Fransisco, mendefinisikan trauma masa kecil akut sebagai “ancaman-ancaman yang begitu parah atau meresap sehingga mereka  merasuk ke dalam diri kita dan merubah fisiologis kita: hal-hal seperti pelecehan atau pengabaian, atau tumbuh dengan orangtua yang berjuang melawan penyakit mental atau ketergantungan obat-obatan.”

Bagaimana ciri ciri orang trauma?

Ketahui 5 Ciri Emotional Trauma, Segera Cek Apakah Kamu Mengalaminya

  1. Tidak nyaman ketika diberi afeksi. ...
  2. Selalu merasa takut ditinggalkan. ...
  3. Berusaha untuk mendapat perhatian. ...
  4. Sering Menghindari Konflik. ...
  5. Sulit menolak sesuatu

Trauma masa kecil dan akibatnya

Banyak di antara kita yang merasa bahwa anak-anak belum memikirkan peristiwa yang terjadi di sekitar mereka. Tapi pada kenyataannya, pikiran mereka yang lembut lebih rentan terhadap efek-efek merusak dan bersifat menetap yang disebabkan oleh trauma.

Sistem respon “Fight-or-flight” (Lawan atau kabur) dalam tubuh kita menjadi aktif ketika kita menghadapi bahaya, mengakibatkan tubuh kita mengalami stress. Ketika sistem respon ini terpicu berulang kali, ia berubah dari penyelamat kehidupan menjadi perusak kesehatan. Oleh karena tubuh anak-anak sedang berkembang, mereka lebih peka terhadap stress berulang ini, dan menanggung bagian yang terberat dari sistem respon ini.

Menurut Dr. Harris, trauma masa kecil mempengaruhi hal-hal berikut:

• Perkembangan otak

• Sistem kekebalan tubuh

• Sistem hormon

• Cara membaca dan menuliskan DNA, hal ini akan mempengaruhi perkembangan dan penampilan genetis, misalnya : beruban sebelum waktunya

• Nucleus Accumbens (NAc) , pusat kesenangan dan penghargaan otak yang terlibat dalam ketergantungan obat-obatan;

• Prefrontral Cortex, yang dibutuhkan untuk mengendalikan impuls dan fungsi pelaksanaan, area yang penting untuk pembelajaran; dan

• Pusat respon takut di otak, yang menyebabkan seseorang mengambil tindakan yang berisiko tinggi manakala menghadapi tekanan.

Jadi, tidaklah mengejutkan apabila korban-korban trauma masa kecil bergulat dengan emosi-emosi amarah, kenangan-kenangan menakutkan, penyakit, dan depresi di masa dewasa.

Trauma bisa pengaruhi karakter seseorang ketika dewasa.

Trauma bisa menyusup jauh ke dalam tubuh dan berkontribusi terhadap penyakit kronis.

Trauma kompleks yang terjadi pada masa anak-anak bisa menimbulkan luka fisik selain luka psikologis. Bahkan, trauma ini juga bisa berpengaruh pada kesehatan seseorang dalam jangka panjang. Dalam studi yang dilakukan oleh Virginia Commonwealth University School of Medicine, ditemukan bahwa riwayat trauma karena eksploitasi seksual berdampak pada risiko kanker yang lebih tinggi. Kaitan trauma ini juga berlaku pada penyakit lain, seperti jantung, hati, paru-paru, penyakit autoimun, hingga sakit kepala kronis.

Trauma bisa merusak hubungan seseorang dengan seksualitasnya

Tumbuh di lingkungan yang aman dan penuh perhatian memungkinkan anak belajar tentang tubuh dan masalah seksual dengan cara yang lebih baik. Sebaliknya, tidak adanya pengetahuan atau panutan positif terkait seks bisa berdampak buruk pada hubungan generasi muda dengan masalah seksualnya. Bahkan, semakin tinggi trauma kompleks yang terjadi pada anak, semakin besar kemungkinan mereka memiliki penyakit menular seksual.

Pemahaman seseorang tentang waktu dan kenyataan dapat terdistorsi oleh trauma kompleks

Setiap orang memang punya ketakutan tersendiri, tetapi mereka yang mengalami trauma kompleks mungkin memiliki ketakutan yang sangat besar di masa lalu dan berdampak besar di masa depan. Celah ini semakin besar kemungkinannya jika seorang anak memiliki trauma kompleks yang signifikan, yang bisa mendorong remaja dengan trauma kompleks ini terlibat dalam perilaku nakal dan berbahaya.

Cara mengurangi dampak trauma masa kecil

1. Berpikir positif

2. Menyibukkan diri

3. Cukup tidur

4. Liburan

5. Berbagi dengan keluarga atau teman dekat

6. Terapi (dengan bantuan psikolog/psikiater)

Jangan biarkan apa yang terjadi di masa lalu memengaruhi kehidupan kamu saat ini dan masa depan. Kamu pantas bahagia tanpa harus dibayangi masa lalu yang buruk. Lepaskan masa lalu dan hiduplah untuk masa sekarang dan masa depan.

Blog authors

No comments