Peneliti Mulai Identifikasikan Osilasi pada Matahari

Cameran Ashraf/Moment/Getty Images

Purwakarta, candatangan - Osilasi skala besar di bintik matahari telah diidentifikasi untuk pertama kalinya, menawarkan cara baru untuk memantau proses yang terjadi di bagian dalam Matahari.

Bintik matahari adalah daerah yang lebih dingin di permukaan Matahari yang disebabkan oleh medan magnet yang kuat. Mereka telah diprediksi berosilasi seperti permukaan drum timpani, tetapi sejauh ini hanya sedikit osilasi skala kecil yang terlihat.

Permukaan Matahari yang disebut fotosfer memiliki suhu sekitar 6000 derajat Celsius. Namun kadang terdapat beberapa area di permukaan Matahari yang suhunya lebih dingin sekitar 4000 derajat Celsius yang dikenal dengan bintik Matahari (sunspot). Karena perbedaan suhu ini, bintik Matahari akan terlihat seperti noda hitam di permukaan Matahari.

Berdasarkan hasil pengamatan para ahli fisika Matahari disimpulkan bahwa sunspot dapat berubah-ubah dan dapat “tumbuh”, baik dalam jumlah, letak maupun besarnya. Sunspot dapat memiliki ukuran yang sangat besar hingga mencapai diameter 50.000 kilometer. Bandingkan saja dengan diameter Bumi yang memiliki diameter sebesa 12.000 kilometer, diameter bintik Matahari bisa mencapai empat kali diameter Bumi. Bintik Matahari kadang terlihat samar kadang pula dapat dilihat dengan jelas tanpa bantuan teleskop.

Saat ini, peneliti dari Queen's University Belfast di Inggris telah mengidentifikasi osilasi skala besar di bintik matahari sekitar tiga kali diameter Bumi.

Data resolusi tinggi yang diperoleh dengan menggunakan Teleskop Surya Dunn di New Mexico dimodelkan menggunakan model gelombang yang melibatkan suara dan magnet.

Penemuan ini menawarkan fisikawan surya cara baru untuk menyelidiki apa yang terjadi di bawah permukaan Matahari.

References

Nature Communications 13, 479 (2022). doi: 10.1038/s41467-022-28136-8

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url