Purwakarta, candatangan.site - Dikutip dari laman resmi United Nations (UN) World Oceans Day (WOD), Hari Laut Sedunia 2022 mengangkat tema Revitalization: Collective Action for the Ocean" atau diartikan sebagai Revitalisasi: Aksi Kolektif Untuk Laut". Tema tersebut dibuat oleh UN Dekade of Ocean Science atau Dekade Ilmu Kelautan PBB sebagai kampanye kepada seluruh dunia.
Tema ini dilatarbelakangi dari masalah laut di seluruh dunia yang mulai rusak, padahal laut mempunyai banyak manfaat untuk kehidupan makhluk hidup. Laut adalah sumber kehidupan, baik untuk mendukung rezeki manusia, dan setiap organisme lain di bumi. Lautan sendiri menutupi lebih dari 70% planet bumi.
UN WOD menuliskan bahwa keadaan laut di dunia sekarang sudah menunjukkan kekhawatiran. Sebanyak 90% populasi ikan besar tekah habis dan 50% terumbu karang hancur.
Tujuan peringatan Hari Laut Sedunia
Peringatan Hari Laut Sedunia memiliki dua tujuan penting. Yakni :
- Untuk mengajak setiap orang lebih peduli dan memahami terkait peran utama lautan dalam kehidupan sehari-hari. Sehubungan dengan hal ini, lautan adalah paru-paru yang dimiliki oleh Bumi, sumber utama makanan, obat-obatan, dan bagian penting dari biosfer.
- Untuk menginformasikan kepada publik tentang dampak tindakan manusia di laut, mengembangkan gerakan warga di seluruh dunia untuk laut, memobilisasi, dan menyatukan penduduk dunia dalam sebuah proyek untuk pengelolaan laut dunia yang berkelanjutan.
Sejarah Hari Laut Sedunia
Dilansir dari laman resmi United Nations, konsep 'Hari Laut Sedunia' pertama kali diusulkan pada tahun 1992 di KTT Bumi, Rio de Janeiro. Konsep tersebut diusulkan sebagai cara untuk merayakan laut bersama penduduk di seluruh dunia.
Dengan begitu, semua orang bisa membangun hubungan yang baik untuk menjaga kelestarian laut dan meningkatkan kesadaran tentang peran penting laut.
Agar tujuan tersebut tercapai, Divisi PBB Urusan Kelautan dan Hukum Laut secara aktif mengkoordinasikan berbagai kegiatan untuk Hari Laut Sedunia.
Dengan adanya resolusi 63/111 yang dibuat pada tanggal 5 Desember 2008, Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 8 Juni sebagai Hari Laut Sedunia.
Kemudian, Komisi Oseanografi Antar Pemerintah (IOC) UNESCO pun ikut mensponsori Jaringan Kelautan Dunia. Komisi IOC telah berperan aktif dalam membangun dukungan untuk mewujudkan acara Hari Laut Sedunia pada tanggal 8 Juni sejak tahun 2002.
Ia bersama dengan UNESCO, badan-badan PBB lainnya bekerja untuk melindungi ekosistem laut dan pesisir dan menghindari dampak merugikan yang signifikan. Badan-badan PBB yang dimaksud, yaitu:
- Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), sebagai badan khusus yang mengawasi masalah lingkungan;
- FAO, memperkuat tata kelola global dan kapasitas manajerial dan teknis anggota dan memimpin pembangunan konsensus menuju peningkatan konservasi dan pemanfaatan sumber daya perairan;
- UNDP, mengelola keanekaragaman hayati dan proyek pembangunan manusia; dan
- Organisasi Maritim Internasional, bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan pelayaran dan pencegahan pencemaran laut dan atmosfer oleh kapal.